TUBUH JADI LANGSING
Lulu Kanywati, 34 tahun
Menteng Atas, Jakarta Selatan
Dulu saya mempunyai berat badan sampai 70 kg. Badan yang besar ini membuat saya kurang percaya diri dan stress. Kemudian saya fitnes selama 2 bulan. Saya juga mencoba minum the pelangsing (slimming tea). Badan saya memang berhasil kurus, tetapi efeknya kepala saya pusing dan keseimbangan terganggu.
Kemudian saya mencoba produk Tianshi yang bernama CHITOSAN. Produk ini ternyata mampu menahan nafsu makan. Ternyata Chitosan juga mampu mengobati sakit maag saya. Mungkin akibat saya terlalu banyak minum kopi untuk menguruskan badan. Saya juga mengkonsumsi KALSIUM dan DOUBLE CELLULOSE untuk meningkatkan kondisi tubuh dan mengempiskan perut.
Awalnya saya mengkonsumsi Chitosan 3 kapsul setiap sebelum makan pagi selama 2 bulan. Double Cellulose setiap sebelum makan selama 2 bulan. Setelah berhasil menurunkan berat badan, saya hanya minum produk tersebut 3 atau 4 hari sekali setiap sebelum makan untuk menjaga kestabilan badan.
Diambil dari :
http://tianshi.an.web.id/2009/11/obat-kegemukan-ala-tianshi.html
DIABETES MELITUS
Nama : Pande Nyoman Dwija
Umur : 62 tahun
Alamat : Jl. Suli 2 No.17 Denpasar
Umur : 62 tahun
Alamat : Jl. Suli 2 No.17 Denpasar
Dulu tahun 1962 mulai bekerja di pabrik gula, PTP 24, 25 PG Semboro, tanggul, Jember- Sampai pensiun 1 Oktober 1994. Karena kerja dipabrik gula menuntut waktu kerja yang padat maka pak Pande mendapat giliran kerja dibagi 3 shif, karena menuntut stamina yang tinggi maka pak Pande banyak makan dan sering minum gula chin (tebu cair dan dikeraskan dengan proses kimia). Merasakan gejala diabetes pada awal oktober 1988, yaitu sering lelah, ngantuk, kencing terus pada malam hari, nafsu makan besar, berat badan menurun.
Dan di tahun yang sama pak Pande periksa ke dokter dan dokter bilang terkena penyakit diabetes II, dan pernah sampai 400 MO%, dan untuk mengatasi tingginya glukosa, pak Pande minum obat dokter dan obat tradisional seperti daun pace, biji lamtoro, dan diet yang tinggi dan teratur, dan selalu diatas 200 MG % (puasa) makan (300 MG %). Pada akhir tahun 2001, tepatnya bulan Desember, anak pak Pande ikut Tianshi, dan memberikan Call II kepada pak Pande dan dalam waktu 18 hari dengan cara konsumsi 1 bungkus dibagi 2, dan pak Pande check ke dokter, dan hasil lab terakhir menunjukkan kadar glukosa menurun dan stabil 110 (puasa) – 120 (makan)
Diambil dari :
http://jutawantianshi.com/index.php?pa=testimonies&ref=49
Dan di tahun yang sama pak Pande periksa ke dokter dan dokter bilang terkena penyakit diabetes II, dan pernah sampai 400 MO%, dan untuk mengatasi tingginya glukosa, pak Pande minum obat dokter dan obat tradisional seperti daun pace, biji lamtoro, dan diet yang tinggi dan teratur, dan selalu diatas 200 MG % (puasa) makan (300 MG %). Pada akhir tahun 2001, tepatnya bulan Desember, anak pak Pande ikut Tianshi, dan memberikan Call II kepada pak Pande dan dalam waktu 18 hari dengan cara konsumsi 1 bungkus dibagi 2, dan pak Pande check ke dokter, dan hasil lab terakhir menunjukkan kadar glukosa menurun dan stabil 110 (puasa) – 120 (makan)
Diambil dari :
http://jutawantianshi.com/index.php?pa=testimonies&ref=49
DIABETES MELITUS
Posted on 24 Januari 2010
Nama : dr. M. ARIAJI
Pekerjaan : Dokter, Ahli Akupunkur, Ahli Kecantikan dan Perawatan Kulit
Alamat : Jl. Sriwijaya Raya, Karawang
Seorang ibu berusia sekitar 50 tahun. Ia tetangga pasien saya.
Pasien tersebut tahu kalau saya juga mempelajari pengobatan tradisional. Dia meminta saya melihat ibu tersebut. Ternyata ibu itu menderita diabetes hingga menimbulkan borok besar di kaki kanan. Lukanya parah sekali sampai kelihatan urat-uratnya, dan bengkak di bagian paha. Rupanya ia baru pulang dari rumah sakit, dokter memutuskan kakinya harus dipotong (amputasi).
Waktu itu saya terangkan kepada pasien, bahwa terapi dengan produk Tianshi diperkirakan reaksinya tidak cepat. Produk tersebut harus dikonsumsi secara rutin dalam waktu yang agak lama. Paling tidak membutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Namun, Insya Allah ini lebih menolong daripada diamputasi.
Akhirnya, karena kendala biaya, pasien itu hanya membeli 1 box Hyperglicemia High Calcium Powder (Kalsium 2), 1 botol Chitin Chitosan Capsules, dan setengah botol Grape Extract Capsules ( Vigor).
Bubuk Chitin Chitosan ditaburkan ke luka setelah dibersihkan oleh perawat. Alhamdulillah, 2 minggu kemudian, saya mendapat kabar, bengkaknya di paha hilang. Jaringan kulit pada lukanya mulai tumbuh. Kulit mulai memerah, dan kulit di sekitar luka mulai terbentuk. Sampai akhirnya kaki ibu tersebut tidak jadi diamputasi.
Saya tidak habis pikir, karena diperkirakan prosesnya sekitar 3 bulan. Ternyata, hanya dalam waktu 2 minggu sudah ada perubahan.
Diambil dari :
http://hidupsehatlah.wordpress.com/2010/01/24/kesaksian-penyakit-diabetes/
KANKER PAYUDARA
Suatu kali dr. David kedatangan seorang pasien menderita kanker payudara
stadium tiga plus. Yang dating suami dan anaknya. Mereka memberi tahu, kalau
pasiennya yang menderita kanker payudara ada di mobil dan tidak kuat jalan.
Akhirnya dr.David mendatangi mobil. Ternyata, lukanya sangat parah.
Payudaranya merah bengka. Saat itu dr.David menganjurkan minum kalsium,
Chitosan, dan Cordyceps. Ia juga menyarankan memakai Vigor, tapi pasien
menolak karena terlalu banyak produk. Waktu itu saya beri dosis penuh karena
stadiumnya sudah lanjut. Setelah sekitar satu bulan benjolan mengempis dan
tidak bengkak lagi. Sempat keluar cairan seperti nanah dari putting,
seolah-olah benjolan itu meleleh.Si Pasien sempat takut, tetapi dr.David
menjelaskan bahwa proses penyembuhan. Lalu karena ada luban, ia pun memberi
Chitosan ditaburkan dilukanya. Kalsium satu bungkus sehari, Cordyceps tiga
kali empat, dan Chitosan tiga kali empat. Ini toh bukan obat berbahaya. Bukan
sitostatika, yang tidak hanya mengakibatkan sel kanker mati, tapi sel tubuh
yang lain ikut mati katanya.
Kerja Chitosan menghancurkan sel kanker sangat menarik. Sel kanker adalah sel
abnormal yang memiliki struktur membrane sel yang mengandung lebih banyak
kolestrol. Sementara Chitosan adalah nutrisi food supplement produk Tianshi
yang mampu mengikat kolestrol. Maka Chitosan pun mampu mengikat sel kanker,
karena zat aktif di dalam produk ini menganggap sel kanker itu tergolong
kolestrol. Jadi Chitosan akan mengikat sel kanker, dan mampu mencegah
penyebaran kanker. Dosis Cordyceps 12 mg per hari atau 24 butir saya
memberinya setengah dari dosis maksimal. Jadi terapi yang saya lakukan ada
alasannya. Cordyceps tidak menghancurkan sel kanker secara langsung. Tetapi,
dia memacu perkembangan sel-sel pembunuh kanker (natural killer cell). Sel ini
diproduksi untuk membunuh kuman sel kanker dan tumor. masalahnya, natural
killer cell ini cukup atau tidak? Kalau ngak cukup, tubuh kita kalah dan kena
kanker. Cordyceps memacu pembuatan natural killer cell 40% lebih tinggi dari
orang normal. Sel-sel pertahanan tubuh diperbanyak, kemudian menyerang sel
kanker.
Diambil dari :
http://tianshi.an.web.id/2009/05/kesaksian-dr-david-rudy-wibowo.html
LUKA ROBEK SETELAH MELAHIRKAN
Dr. Jhon Rahsal Roma Evilian, Sp.OG. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang, praktek di klinik dan rumah Bersalin Citama, Citayam Depok. Adalah seorang dokter kandungan yang berpraktek di Citayam. Selain obat-obatan umum, ia juga menggunakan nutrisi food supplement Tianshi sabagai salah satu nutrisi untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui.
Salah satu pengalaman Jhon yang cukup menarik adalah bagaimana dia mengatasi luka robek akibat melahirkan dengan Chitosan. Ceritanya ia kedatangan seorang pasien yang baru melahirkan. Lukanya terbuka dan ter-infeksi. Akhirnya Jhon memberikan lima kapsul Chitosan dan menyarankan agar produk itu ditaburkan di daerah luka. Sepuluh hari kemudian, lukanya sudah kering. Saya lihat sudah lengket kulitnya seperti didempul. Lukanya sendiri agak miring, katanya. Ia juga pernah menangani pasien dengan luka akibat operasi Caesar. Menurut pasien, ia baru dioperasi seminggu yang lalu. Jhon melihat, jahitan-nya memang kurang bagus.” Kalau bengkak, diberi antibiotik pun juga ngak sembuh. Karena itu, saya coba taburi pakai Chitosan. Kemudian, ditekan pakai plester,”katanya. Setelah tiga hari diperban, bekas luka Caesar itu dibuka. Bekas jahitannya sudah licin, tidak kelihatan dan kering.
Diambil dari :
http://tianshi.an.web.id/2009/06/kesaksian-seorang-dokter-ahli-kandungan.html